Artikel Lengkap tentang Daun Salam

Daun Salam
Selain baunya yang sedap, daun salam sejak dulu dipercaya memiliki kandungan yang berkhasiat untuk kesehatan, mulai dari menurunkan kolesterol, melancarkan pencernaan, hingga mencegah kanker.

Manfaat

Daun salam adalah tanaman herbal yang sering digunakan sebagai bumbu penyedap masakan karena memiliki aroma yang khas. Ternyata, manfaat daun salam tidak sampai di situ saja. Selain digunakan sebagai penyedap masakan, daun dan minyaknya juga berguna sebagai obat.

Berbagai manfaat daun salam untuk kesehatan di antaranya untuk mengatasi rematik, maag, telat haid, sakit perut, ramuan penyejuk serta pembasmi kecoa. Daun salam juga dapat digunakan sebagai salep “rubefacient”, yaitu zat penghangat yang berfungsi meningkatkan sirkulasi darah pada kulit. Buah tanaman ini juga dapat digunakan untuk menyembuhkan fibroid rahim, sirosis dan nyeri sendi.

Manfaat daun salam lainnya adalah untuk menurunkan gula darah. Kandungan zat polifenol – semacam antioksidan dalam ekstrak daun tersebut dipercaya para peneliti dapat menurunkan jumlah gula darah bagi orang yang memiliki diabetes. Zat ini juga mampu meningkatkan kadar kolesterol baik dalam darah, sehingga mencegah komplikasi penyakit jantung yang sering kali menyerang pasien dengan diabetes.

Meski begitu, penggunaannya harus berhati-hati, karena beberapa penelitian menemukan bahwa daun salam bisa menimbulkan efek samping jika dikonsumsi oleh orang dengan kondisi medis tertentu. Mari kita bahas satu-persatu mengenai manfaat serta efek samping daun salam.

Mengambil Manfaat Daun Salam untuk Kesehatan

Daun salam diduga memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan, di antaranya adalah:

Menurunkan gula darah dan kolesterol

Daun salam mengandung polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan yang kuat. Zat tersebut dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah dan kolesterol pada penderita diabetes.

Mengobati batu ginjal

Daun salam dipercaya mampu mengurangi jumlah enzim urease penyebab batu ginjal dan gangguan lambung. Meski demikian, manfaat daun salam ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

Mencegah kanker

Penelitian memaparkan bahwa ekstrak daun salam dapat mencegah pertumbuhan sel dan kanker lambung. Bukan hanya itu, ekstrak daun ini juga dianggap ampuh mengatasi peradangan, nyeri sendi, dan ketombe.

Bagaimana cara kerjanya?

Belum banyak kajian mengenai bagaimana suplemen herbal ini bekerja. Konsultasikan dengan herbalis atau dokter untuk informasi lebih lanjut. Namun, beberapa penelitian membuktikan bahwa kandungan daun salam bisa berguna untuk:

  • Meredakan maag
  • Mengurangi kadar gula
  • Melawan bakteri dan jamur

Dosis

Informasi yang disediakan di bawah ini bukanlah pengganti rekomendasi medis. Selalu konsultasikan dengan herbalis atau dokter Anda sebelum mengonsumsi obat ini.

Berapa dosis daun salam untuk orang dewasa?

Mintalah saran dokter untuk mengetahui dosis yang tepat jika ingin mengonsumsi daun salam. Apabila digunakan sebagai obat luar, silakan gunakan sebanyak yang diinginkan.

Dosis tanaman herbal bisa berbeda untuk setiap pasien. Dosis yang digunakan berbeda tergantung umur, kesehatan dan beberapa kondisi lainnya. Suplemen herbal tidak selalu aman digunakan. Konsultasikan dengan herbalis atau dokter untuk mendapatkan dosis yang tepat.

Dalam bentuk apa saja daun salam tersedia?

Tanaman herbal ini tersedia dalam bentuk:

  • Daun segar
  • Buah
  • Ekstrak
  • Krim
  • Losion
  • Sabun

Lalu Apakah Efek Samping Daun Salam?

Hindarilah mengonsumsi daun salam secara utuh. Daun salam tidak dapat dicerna tubuh meski telah dikunyah. Hal ini berpotensi menimbulkan gangguan pada tenggorokan atau saluran pencernaan.

Saat hendak mengonsumsi daun salam, pastikan daun salam yang akan dikonsumsi sudah dicuci dan dimasak hinga benar-benar matang. Alasannya, pada daun salam mentah atau kurang matang, mungkin masih terdapat bakteri yang bisa menyebabkan infeksi.

Manfaat daun salam untuk kesehatan memang sudah tidak diragukan lagi, tapi tanaman herbal satu ini juga berisiko menimbulkan efek samping. Beberapa efek samping daun salam adalah:

  • Gangguan saluran pencernaan
  • Radang akut pada saluran pencernaan
  • Reaksi alergi
  • Infeksi kulit
  • Asma
  • Sesak napas

Tidak semua orang mengalami efek samping tersebut. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Apabila ada keluhan mengenai efek samping, hubungi herbalis atau dokter.

Selain itu, daun salam tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh:

Penderita diabetes

Daun salam dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah, sehingga membantu penyembuhan penyakit diabetes. Namun, hal ini bukannya tanpa risiko. Daun salam dapat menyebabkan hipoglikemia akibat penurunan kadar gula darah yang berlebihan dan sulit dikontrol.

Jadi, jangan lupa konsultasikan dulu ke dokter untuk mengetahui takaran amannya.

Ibu hamil dan menyusui

Wanita hamil atau menyusui perlu berhati-hati saat hendak mengonsumsi daun salam. Sampai saat ini, belum ada informasi yang akurat tentang takaran aman penggunaan daun salam untuk ibu hamil dan menyusui.

Maka dari itu, ibu hamil atau menyusui disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum mengonsumsi daun salam.

Pasien yang akan menjalani pembedahan

Jika Anda sudah dijadwalkan menjalani proses bedah dalam waktu dekat, hindarilah mengonsumsi daun salam, minimal sejak dua minggu sebelum menjalani operasi.

Daun salam diduga dapat memperlambat kerja sistem saraf dan otak, sehingga berisiko mengganggu efek obat-obatan anestesi saat pembedahan dan setelahnya.

Secara umum, mengonsumsi daun salam sebagai makanan tergolong aman. Anda boleh saja sesekali menambahkan daun salam sebagai pelengkap masakan. Namun jika hendak mengonsumsinya sebagai obat herba, lebih baik konsultasikan dulu dengan dokter. Pasalnya, daun salam mungkin dapat menimbulkan efek samping atau memengaruhi obat-obatan yang Anda konsumsi.

Keamanan

Apa yang harus saya ketahui sebelum mengonsumsi daun salam?

Agar manfaat bisa optimal, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi tanaman herbal ini:

  • Pantau gejala-gejala hipoglikemia atau hiperglikemia.
  • Jangan mengonsumsi daun salam bersamaan dengan obat diabetes atau insulin karena dapat mengakibatkan gula rendah.

Regulasi yang mengatur penggunaan tanaman herbal tidak terlalu ketat dibandingkan dengan peraturan penggunaan obat. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menentukan keamanannya. Sebelum menggunakan tanaman herbal, pastikan manfaatnya lebih banyak dibandingkan dengan risikonya. Konsultasilah dengan ahli herbal dan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Seberapa amankah daun salam?

Ibu hamil dan menyusui tidak disarankan mengonsumsi suplemen daun salam sampai ada penelitian lebih lanjut. Jauhkan dari jangkauan anak‐anak. Bagi yang memiliki alergi, disarankan tidak mengonsumsi daun salam.

Interaksi

Interaksi seperti apakah yang mungkin terjadi ketika saya mengonsumsi daun salam?

Beberapa interaksi yang mungkin terjadi ketika Anda mengonsumsi daun salam adalah:

  • Daun salam dapat meningkatkan kadar depresan CNS dan opioid.
  • Daun salam dapat meningkatkan efek hipoglisemik pada insulin dan obat diabetes.
  • Daun salam dapat meningkatkan kadar glukosa dalam darah yang berpengaruh terhadap hasil tes kesehatan.

Tanaman herbal ini dapat berinteraksi dengan obat Anda saat yang lain atau kondisi medis Anda saat ini. Konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter Anda sebelum menggunakannya.

Related Posts